Jangan Takut pada Kesulitan, Takutlah Jika Kita Jauh dari Allah
Dalam perjalanan hidup, ujian dan kesulitan adalah
tamu yang datang tanpa diundang. Seringkali kita merasa sesak, cemas, dan takut
akan hari esok. Namun, tahukah Anda bahwa musuh terbesar kita bukanlah masalah
yang besar, melainkan jarak yang menjauh antara kita dengan Sang Pencipta.
Saat kita bersama Allah, kesulitan hanyalah
jembatan menuju kemuliaan. Namun saat kita jauh dari-Nya, kemudahan pun bisa
menjadi beban yang menghimpit.
1. Janji
Allah: Kemudahan Menyertai Kesulitan
Allah SWT tidak menjanjikan bahwa hidup ini akan
bebas dari masalah, tetapi Dia menjanjikan bahwa setiap kesulitan pasti
disertai dengan kemudahan. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an:
"Karena sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS.
Ash-Sharh: 5-6)
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa penyebutan kata
"kemudahan" (al-yusr) yang diulang dua kali menunjukkan bahwa
satu kesulitan tidak akan pernah bisa mengalahkan dua kemudahan. Allah ingin
kita fokus pada solusinya, bukan pada bebannya.
2.
Takutlah pada "Putusnya Hubungan" dengan Allah
Kesulitan ekonomi, masalah keluarga, atau penyakit
adalah hal yang manusiawi untuk ditakuti. Namun, ketakutan yang paling hakiki
seharusnya adalah saat hati kita mulai mengeras dan kaki mulai berat melangkah
menuju ketaatan.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis qudsi
yang sangat menyentuh:
"Allah Ta’ala berfirman:
'Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku... Jika
ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta... Jika ia
datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari.'" (HR.
Bukhari & Muslim)
Bahaya terbesar saat jauh dari Allah adalah kita
kehilangan "pegangan" saat badai kehidupan datang. Tanpa Allah,
masalah sekecil apa pun akan terasa seperti kiamat pribadi.
3.
Nasihat Para Ulama: Kunci Ketenangan di Tengah Badai
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pernah
berkata:
"Di dalam hati terdapat
sebuah koyakan (kekosongan) yang tidak dapat dijahit kecuali dengan menghadap
kepada Allah. Di dalamnya terdapat kesepian yang tidak dapat dihilangkan
kecuali dengan berkhalwat (berdua) dengan Allah."
Senada dengan itu, Syekh Ibnu Atha'illah
dalam kitab Al-Hikam memberikan tamparan kasih sayang bagi kita:
"Apa yang didapatkan oleh
orang yang kehilangan Allah? Dan apa yang hilang dari orang yang telah
mendapatkan Allah?"
Maknanya jelas: Jika Anda memiliki Allah dalam hati
Anda, Anda tidak kehilangan apa pun meski dunia menjauh. Namun jika Anda
kehilangan Allah, apa pun yang Anda miliki di dunia ini tidak akan mampu
memberikan ketenangan.
4.
Mengubah Ketakutan Menjadi Kekuatan
Bagaimana cara menghadapi kesulitan tanpa rasa
takut?
1.
Perbaiki Shalat: Shalat adalah tali penghubung
utama. Jika tali ini kuat, Anda tidak akan jatuh terjerembab saat ujian datang.
2.
Perbanyak Dzikir & Selawat: Seperti
yang kita bahas sebelumnya, dzikir adalah penenang saraf-saraf jiwa yang
tegang.
3.
Husnudzon (Berprasangka Baik): Yakinlah
bahwa Allah sedang mencuci dosa-dosa Anda atau sedang menaikkan derajat Anda
melalui ujian tersebut.
Jangan biarkan kesulitan membuat Anda lari
meninggalkan sajadah. Justru saat hidup terasa berat, itulah sinyal dari Allah
agar Anda "pulang" ke pelukan-Nya melalui sujud yang lebih lama.
Karena bersama Allah, hal yang mustahil bagi manusia menjadi sangat mudah
bagi-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar