Saat Doa dan Usaha Sudah Maksimal, Biarkan Allah yang Bekerja
Ada satu titik dalam hidup di mana kita merasa
sudah melakukan segalanya. Kita sudah bangun di sepertiga malam hingga dahi
bersujud pasrah. Kita sudah membanting tulang, memeras keringat, dan menyusun
strategi hingga batas kemampuan manusiawi kita.
Namun, hasil yang dinanti tak kunjung tiba. Pintu
yang diketuk belum juga terbuka. Di saat itulah, hati mulai bertanya: “Kapan,
ya Allah?”
Jika Anda berada di fase ini, ingatlah satu hal: Tugasmu
bukan menentukan waktu, tugasmu adalah menjaga keyakinan.
1. Janji
Allah tentang Kedekatan dan Ijabah
Allah SWT tidak pernah membiarkan hamba-Nya memohon
dengan sia-sia. Dalam Al-Qur'an, Dia menegaskan betapa dekat-Nya Dia dengan
orang yang berdoa:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku
bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku
kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku..." (QS.
Al-Baqarah: 186)
Ayat ini adalah jaminan. Jika doa belum terkabul,
bukan berarti Allah tidak mendengar. Dia hanya sedang menyusun skenario yang
lebih indah dari apa yang Anda bayangkan.
2.
Memahami Tiga Cara Allah Menjawab Doa
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa tidak ada doa yang
sia-sia bagi seorang muslim selama ia tidak meminta sesuatu yang berdosa atau
memutus silaturahmi. Beliau bersabda:
"Tidaklah seorang muslim
berdoa dengan suatu doa... kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga
hal: diberikan segera di dunia, disimpan sebagai pahala di akhirat, atau
dijauhkan dari keburukan yang semisal dengan doa tersebut." (HR.
Ahmad)
Kadang, penundaan adalah cara Allah menyelamatkan
kita dari sesuatu yang buruk yang tidak kita ketahui.
3.
Kekuatan Sabar dalam Penantian
Sabar bukan berarti diam tanpa arah, melainkan menunggu
dengan sikap yang baik. Para ulama sering menekankan bahwa ujian terberat
bukanlah saat berjuang, tapi saat menunggu.
- Ibnu Atha'illah Al-Iskandari
dalam Al-Hikam berkata:
"Janganlah
keterlambatan masa pemberian Tuhan kepadamu, padahal engkau telah
bersungguh-sungguh dalam berdoa, membuatmu berputus asa. Sebab, Allah menjamin
pengabulan doa bagimu menurut pilihan-Nya untukmu, bukan menurut pilihanmu
sendiri; dan pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau
kehendaki."
- Umar bin Khattab pun
pernah menyampaikan rahasia ketenangan hatinya:
"Aku
tidak mengkhawatirkan apakah doaku dikabulkan atau tidak. Yang aku khawatirkan
adalah jika aku tidak lagi diberi hidayah untuk berdoa. Karena jika aku masih
bisa berdoa, aku tahu jawaban itu akan menyertainya."
4. Waktu
Allah Adalah Waktu yang Paling Tepat
Kita sering merasa "sekarang" adalah
waktu yang paling tepat, tapi Allah yang Maha Mengetahui Masa Depan tahu kapan
mental dan keadaan kita benar-benar siap menerima nikmat tersebut.
Bisa jadi, jika diberikan sekarang, nikmat itu
justru membuat kita lalai. Allah menundanya agar saat nikmat itu datang, kita
menerimanya dengan penuh rasa syukur dan kematangan iman.
Penutup:
Istirahatlah dalam Husnudzon
Jika Anda sudah berdoa dan sudah berusaha, maka
tugas Anda sudah selesai. Kini saatnya memindahkan beban dari pundak ke dalam
sujud. Berhentilah mencemaskan hasil.
Bersabarlah. Biarkan
Allah bekerja dengan cara-Nya yang ajaib. Karena ketika Allah mengijabah di
waktu yang tepat, Anda akan menoleh ke belakang dan berkata, "Untung
saja tidak dikabulkan saat itu, ternyata rencana Allah jauh lebih indah."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar