Melawan Insecure dengan Iman: Kamu Berharga Karena Allah Menciptakanmu
Perasaan rendah diri atau insecure sering
kali muncul saat kita mulai membandingkan "halaman belakang"
kehidupan kita yang berantakan dengan "halaman depan" kehidupan orang
lain yang tampak sempurna di media sosial. Dalam Islam, melawan insecure
bukan dengan cara memupuk kesombongan, melainkan dengan menyadari hakikat
penciptaan dan nilai diri kita di mata Sang Pencipta.
1. Landasan Al-Qur'an: Mahakarya
Sang Khaliq
Allah SWT tidak pernah menciptakan produk gagal. Setiap manusia
dirancang dengan presisi dan keistimewaan masing-masing.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya." (QS. At-Tin: 4)
Ayat ini adalah jawaban telak bagi rasa insecure terhadap fisik
atau kemampuan diri. Allah menggunakan kata Ahsani Taqwim (bentuk
terbaik), yang mencakup keseimbangan raga, akal, dan ruh. Meremehkan diri
sendiri secara berlebihan sama saja dengan meragukan kualitas ciptaan Allah.
2. Landasan Hadist: Standar Nilai yang Berbeda
Dunia sering menilai seseorang dari kekayaan,
jabatan, atau kecantikan. Namun, Rasulullah SAW menggeser standar tersebut agar
kita tidak terjebak dalam rasa minder yang tidak perlu.
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ
وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
"Sesungguhnya Allah tidak
melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal
kalian." (HR. Muslim)
Kamu berharga bukan karena apa yang kamu pakai atau
bagaimana wajahmu terlihat di kamera, melainkan karena ketulusan niat dan
manfaat yang kamu tebarkan. Standar Allah jauh lebih inklusif dan memberikan
harapan bagi siapa saja.
Dalam psikologi Islami, insecure sering
dikaitkan dengan lemahnya pengenalan diri (Ma'rifatun Nafs).
- Konsep Fitrah:
Manusia lahir dengan potensi kebaikan. Psikologi Islami memandang bahwa
setiap orang memiliki Unique Ability yang Allah titipkan sebagai
amanah. Fokuslah pada peranmu sebagai Khalifah (pemimpin/pengelola)
di muka bumi, sekecil apa pun peran itu.
- Muraqabah (Kesadaran Ilahi):
Jika kita merasa "tidak cukup baik" di mata manusia, ingatlah bahwa
kita dicintai oleh Allah melalui nikmat-Nya yang tak putus. Perasaan
dicintai oleh Tuhan adalah pondasi self-worth yang paling kokoh.
- Penerimaan (Rida):
Menerima ketentuan Allah atas diri kita sembari terus berusaha
memperbaikinya. Ini adalah bentuk self-love yang paling sehat dalam
Islam.
Banyak buku motivasi Islami modern menekankan
bahwa:
- Tujuan Hidup: Insecure
muncul karena kita ingin menyenangkan manusia. Jika tujuan hidup digeser
untuk menyenangkan Allah (Lillah), maka penilaian manusia tidak
akan lagi melukai jiwa kita.
- Kisah Sahabat:
Lihatlah Abdullah bin Mas'ud yang betisnya kecil hingga ditertawakan,
namun Rasulullah bersabda bahwa betis itu lebih berat timbangannya
daripada Gunung Uhud di akhirat. Nilaimu tidak ditentukan oleh pandangan
fisik manusia.
Strategi
Praktis Melawan Insecure:
1.
Kurangi Perbandingan Digital: Ingatlah
bahwa media sosial adalah panggung sandiwara, bukan realita seutuhnya.
2.
Afirmasi Berbasis Wahyu: Ucapkan
pada diri sendiri, "Aku adalah ciptaan Allah yang terbaik, dan aku
punya tugas khusus di dunia ini."
3.
Fokus pada Proses, Bukan Hasil: Allah
menilai usahamu, bukan seberapa sukses kamu di mata orang lain.
Kamu sangat berharga karena Allah yang memilihmu
untuk ada di dunia ini. Jangan biarkan bisikan insecure menghambat
langkahmu untuk beribadah dan berkarya. Kembalilah pada pelukan iman, karena di
sana kamu akan menemukan bahwa dirimu lebih dari sekadar rupa dan harta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar